Tampilkan postingan dengan label internet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label internet. Tampilkan semua postingan

28 Januari 2008

"Love Virus" Di Hari Valentine

0 komentar

Waspadalah, 'VIRUS CINTA' berikut ini berpotensi merusak kebahagiaan pesta Hari Valentine dengan merusak komputer korban. Adalah Panda Security yang mendeteksi adanya dua 'virus cinta' baru yang siap menyerbu di hari Valentine, tanggal 14 Februari mendatang. Dua virus ini dinamakan Nuwar.ol dan Valentin.E.

Virus Nuwar.ol disebarkan melalui email dengan subyek kata-kata seperti 'I Love You So Much', 'Inside My Heart', atau 'You...In My Dreams'. Saat dibuka, email tersebut tampak seperti kartu ucapan romantis biasa dengan gambar hati besar.

Namun jangan salah, email tersebut mengandung link ke situs dengan kode jahat. Sekali dibuka, virus ini akan menyebar ke alamat kontak email korban.

Demikian pula, virus Valentin.E menyebar via email. Pesan emailnya mengandung subyek seperti 'Searching for True Love' atau 'True Love' dan pada attachment bernama 'friends4u'. Jika dibuka, virus ini akan terunduh, membuat wallpaper baru serta menyebar ke komputer. Virus inipun juga akan menyebar ke daftar kontak email yang terinfeksi.

The image “http://26.img.v4.skyrock.com/263/aime95100/pics/1223977512.gif” cannot be displayed, because it contains errors.
"Tahun demi tahun, kita melihat munculnya beberapa program jahat memanfaatkan hari Valentine. Hal ini mengindikasikan bahwa taktik semacam ini masih jitu untuk mengelabui pengguna," ungkap Luis Corrons, Direkur Teknis PandaLabs.

sumber: NBC


[get this widget]

22 Januari 2008

Internet Bikin Otak Bodoh

0 komentar

Seorang pemenang Nobel pernah menyatakan bahwa internet membawa kebodohan. Kini, Profesor Tara Brabazon dari University of Brighton, Inggris mengungkapkan pendapat yang kurang lebih sama dalam pidatonya.

Ia menandaskan, banyak anak muda di seluruh dunia menggampangkan proses pendidikan gara-gara internet. Ditambahkannya, keberadaan internet berpotensi menumpulkan otak dengan membunuh rasa ingin tahu para pelajar.
The image “http://www.onlinecasinocrawler.com/images/public/blog/front_antiinternet.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.
Keberadaan mesin cari misalnya, membuat mahasiswa mengandalkan internet sebagai sumber informasi untuk menyusun tugas-tugas kuliah. Padahal menurut Brabazon, situs semacam Google menawarkan konten yang tidak berbobot bagi mahasiswa.

http://truthinconviction.us/anti_google_120.gif
"Ini adalah waktunya untuk mundur sejenak dan mencari cara yang benar dalam pemakaian teknologi. Terlalu banyak pelajar yang tak memakai otak mereka karena teknologi," tandas Prof Brabazon.


Dia mengungkapkan bahwa ribuan mahasiswa membuat tugas kuliah yang tak bermutu karena hanya mengandalkan mesin cari internet. Fenomena seperti ini disebutnya berdampak tidak baik bagi semua pihak.

Prof Brabazon pun tak segan meminta mahasiswanya membuat penelitian dengan membaca buku-buku perpustakaan dan bukannya mencari di internet. "Saya melarang semua mahasiswa memakai Google, Wikipedia, dan semua situs semacam itu," ujarnya.

sumber: The Argus


[get this widget]

20 Januari 2008

Bunuh Diri Gara-gara Situs Internet

0 komentar

Publik Inggris Raya sedang gerah dengan situs yang mempromosikan bunuh diri, seperti halnya publik Jepang. Disebutkan, situs dan chatroom bunuh diri bertanggung jawab atas kematian setidaknya 27 pemuda Inggris Raya dalam enam tahun terakhir. Karena itu, situs tentang bunuh diri dianggap membahayakan. Bagaimana tidak? Hanya dengan modal akses internet, orang-orang bisa tahu berbagai cara untuk bunuh diri. cara gantung diri yang benar misalnya, diajarkan di situs semacam itu.
The image “http://images.worldcupblog.org/usa/knot-hangmans-noose-black-backdrop-orange-nylon-rope-1-AJHD.jpg” cannot be displayed, because it contains errors.
Salah satu kasusnya menimpa remaja bernama Sheridan Vivian (19 tahun). Diketahui, ia termotivasi untuk bunuh diri dan mengetahui caranya setelah mengakses sebuah situs tentang bunuh diri. Yang lebih tragis, orang tua Sheridan kemudian juga ikut-ikutan bunuh diri karena tak tahan ditinggal mati anaknya. Untuk menjawab kegelisahan publik itu, yayasan Papyrus yang bergerak di bidang permasalahan bunuh diri anak muda, meminta pemerintah mengamandemen peraturan Suicide Act. Papyrus menandaskan, seharusnya peraturan ini juga melarang dipublikasikannya material apapun di internet yang mempromosikan bunuh diri.
Disebutkan, memang sulit membatasi keberadaan situs semacam ini karena banyak situs bunuh diri dioperasikan dari luar negeri. Namun untuk memperkecil dampaknya, peraturan semacam itu dipandang perlu untuk diberlakukan. Selain itu, orang tua juga dihimbau agar lebih memperhatikan anaknya saat berselancar di dunia maya.

Sumber: The Scotsman


[get this widget]